APAKAH PENTING NILAI IPK DIBANDING ORGANISASI

APAKAH PENTING NILAI IPK DIBANDING ORGANISASI

Ahmad Ganjar Baiquni

Mahasiswa jurusan S.1 Pendidikam Teknik Elektro Universitas Negeri Malang

ganjar.electric@gmail.com

Nilai IPK merupakan sebuah tolak ukur prestasi mahasiswa selama perkuliahan. Akhir-akhir ini mahasiswa sering memperdebatkan pentingnya antar nilai IPK tinggi dan organisasi dalam mencari sebuah pekerjaan. Beberapa orang mengatakan bahwa nilai IPK tinggi bisa mendapatkan tawaran pekerjaan yang layak. Tetapi tidak sedikit juga orang membantah hal tersebut  bahwa banyak orang yang nilai IPK tinggi yang masih menganggur. Bahkan ada beberapa mahasiswa berani mengatakan bahwa IPK tinggi akan mengantarkan pada job interview saja.

Berdasarkan pengalaman beberapa lulusan mahasiswa tersebut dengan segudang ceritanya. Ada yang berpendapat bahwa nilai IPK tinggi itu tidak jaminan untuk sukses dalam dunia kerja, tetapi mahasiswa juga harus mengikuti organisasi. Dengan mengikuti organisasi maka mahasiswa akan berlatih bagaimana dalam kehidupan bermasyarakat. Dan mereka akan merasakan bagaimana memimpin dan dipimpin. Dengan kata lain orang yang berorganisasi akan mendapatkan soft-skill. soft skill merupakan keterampilan seseorang terhadap lingkungan dan dirinya sendiri. Dan pada diri seseorang sudah mempunyai keterampilan sendiri-sendiri diantaranya seperti sikap, berkata, bertindak dan berfikir. Sehingga mereka, mahasiswa-mahasiswa yang aktif berorganisasi, menjadikan hal tersebut sebagai alasan yang kuat untuk bergabung dalam organisasi.  

Disisi lain, beberapa  lulusan mahasiswa juga berpendapat bahwa tanpa sebuah organisasi mereka bisa meraih apa yang mereka inginkan khususnya dalam mencari sebuah pekerjaan. Dengan nilai IPK yang tinggi itulah akan datang penawaran yang menarik, baik dari dunia pekerjaan maupun beasiswa pendidikan. Dengan demikian mereka akan merasa puas dengan apa yang telah mereka usahakan semasa perkuliahan. Merek pun berpendapat, bahwa mahasiswa yang aktif organisasi, pelan-pelan akan lupa dengan kuliahnya sendiri. Bahkan tidak sedikit juga berpendapat, bahwa mengikuti organisasi di Universitas maupun di luar Universitas akan memperlambat kelulusan mahasiswa itu sendiri. Dan organisasi bukanlah satu-satunya soft skill mahasiswa.

Dengan pendapat-pendapat beberapa mahasiswa tersebut, mendorong saya untuk lebih mencari tahu seberapa besar pengaruh organisasi dalam dunia pekerjaan. Saya pernah mendengar, bahwa jika kita bisa mengatur jadwal perkuliahan dan organisasi, maka kita akan bisa menjalani dengan baik. Tetapi berdasarkan pengamatan saya, sebagian besar mahasiswa yang mengikuti organisasi tersebut  menjadi kurang terfokus pada perkuliahannya sendiri. Dan tugas-tugas perkuliahannya menjadi menumpuk tidak karuh-karuhan. Seperti halnya yang dikatakan mahsiswa yang tidak berminat pada sebuah organisasi, organisasi hanyalah akan menghambat kelulusan.. Tetapi walaupun dengan kondisi tersebut, pada akhirnya mereka memiliki pengalaman berorganisasi dan memiliki soft skill dibandingkan mahasiswa yang tidak berorganisasi. Sebagai gambaran kasaranya, lulusan mahasiswa yang belum pernah mengikuti organisasi akan merasa kebingungan jika suatu saat nanti akn ditanyakan oleh anaknya tentang organisasi.

Maka untuk menyikapi hal tersebut, ternyata berorganisasi di kampus atau di luar kampus bukanlah salah satu jenis soft skill mahasiswa. Tetapi soft skill bisa kita dapatkan dari kegiatan yang lain.  Seperti halnya dengan usaha kewirausahaan, mengikuti seminar leadership atau untuk beberapa calon pendidik bisa mendapatkan soft skill tersebut dengan berlatih mengajar les privat. Karena saya rasa pengalaman kerja akan lebih diunggulkan dibandingkan sekedar pengalaman berorganisasi. Dengan begitu mungkin bisa menjawab kebimbangan beberapa mahasiswa tentang soft skill.

Dengan begitu, tidaklah perlu bagi mahasiswa-mahasiswa untuk memperdebatkan hal tersebut. Karena masih banyak hal yang harus dipikirkan oleh mahasiswa tentang usaha kedepan. Dan saya pikir, semua hal pasti mempunyai sisi negatif dan positifnya. Sehingga kita sebagai seorang mahasiswa, harus bisa bersikap lebih dewasa. Sisi negatif pun bisa kita rubah menjadi sisi positif. Dengan syarat, apapun yang akan kita lakukan, harus kita lakukan secara maksimal dan sebaik-baiknya. Dan sebaliknya sisi positif pun akan berubah menjadi sisi negatif, jika kita tidak bisa memanfaatkan hal positif tersebut dengan sebaik-baiknya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s